Rabu, 14 Desember 2011

Strategi dan Desain Jaringan Distribusi

Tahap-tahap keputusan dalam sebuah rantai pasok :
1)      Strategi atau desain rantai pasok
2)      Perencanaan rantai pasokan
3)      Operasi rantai pasokan
Kali ini, kita akan membahas tentang tahap keputusan yang pertama, yaitu strategi atau desain rantai pasok. Keputusan strategi atau desain rantai pasok ini adalah keputusan tentang struktur sebuah rantai pasokan dan proses-proses apa saja yang akan dijalankan pada tiap tahap.
 Meliputi : lokasi, kapasitas produksi, produk, transportasi, sistem informasi.
Faktor yang mempengaruhi keputusan
1)    Strategis
Faktor Strategis à keputusan konfigurasi jaringan menentukan efektif tidaknya strategi yang diterapkan. Faktor strategis yang diterapkan pada perusahaan dibagi menjadi 2, yaitu :
a)  Perusahaan yang ingin responsif terhadap pasar : cenderung memiliki fasilitas yang lebih banyak dan dekat dengan pasar.
b)  Perusahaan yang berkompetisi berdasarkan harga : biasanya mencari tempat-tempat yang murah untuk lokasi operasi, dengan konsekuensi jauh dari pasar.
2)    Teknologi
Teknologi yang digunakan oleh suatu perusahaan juga mempengaruhi keputusan desain jaringan. Jika teknologi produksi menampilkan economies of scale yang signifikan, sedikit lokasi yang berkapasitas tinggi akan lebih efektif. Berbeda halnya dengan fasilitas yang berbiaya tetap yang lebih rendah, banyak fasilitas-fasilitas local yang dipersiapkan karena ini akan membantu biaya transportasi yang lebih rendah. Fleksibilitas dalam teknologi produksi berdampak pada  tingkat konsolidasi yang dapat dicapai oleh jaringan.
3)    Makroekonomi
Faktor-faktor ini meliputi pajak, bea cukai, tingkat kurs, dan faktor ekonomi lainnya yang tidak ada dalam diri perusahaan tersebut. Faktor ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kesuksesan atau kegagalan dari jaringan rantai pasokan.
4)    Politik
Stabilitas politik dalam suatu negara merupakan hal yang sangat dipertimbangkan karena memiliki dampak yang signifikan terhadap peranan dalam pilihan lokasi. Perusahaan lebih memilih untuk menempatkan fasilitas pada lokasi atau Negara yang memiliki tingkat stabilitas yang memberikan kejelasan dalam hal aturan-aturan perdagangan dan kepemilikan.
Contoh : pada saat lengsernya Soeharto, banyak investor asing menutup pabriknya di Indonesia karena suasana politik dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia.
5)    Infrastruktur
Keberadaan infrastruktur yang baik merupakan prasyarat yang penting dalam mengalokasikan fasilitas pada area tertentu. Infrastruktur yang jelek akan semakin menambah biaya bisnis.
Contoh : Jika di kota tersebut, sistem lalu lintasnya berantakan dan macet, serta jauh dari jalan utama atau tol, maka jelas akan mengganggu proses pendistribusian barang. Dan dapat berdampak pada tingginya biaya distribusi.
6)   Kompetisi
Perusahaan harus mempertimbangkan strategi, ukuran, dan lokasi pesaing saat merancang jaringan rantai pasokannya. Hal ini penting bagi perusahaan agar saat menetapkan fasilitas, para pesaing tidak dapat mengakses perusahaan tersebut.
7)    Biaya Logistik dan Fasilitas
Biaya logistik dan fasilitas yang terjadi dalam rantai pasokan dapat mengalami perubahan seperti jumlah fasilitas, lokasi dan alokasi kapasitas. Perusahaan harus mempertimbangkan persediaan, transportasi dan biaya fasilitas saat perusahaan tersebut merancang jaringan rantai pasokan. Semakin meningkatnya biaya persediaan dan fasilitas, maka semakin besar pula jumlah fasilitas yang digunakan dalam rantai pasokan. Semakin kecil biaya transportasi, maka jumlah fasilitas semakin besar. Jika jumlah fasilitas bertambah pada suatu titik dimana dalam perjalanan economis of scale hilang, maka biaya transportasi bertambah. Jumlah total logistik adalah seluruh persediaan, transportasi dan biaya fasilitas.
8)      Respons terhadap pelanggan dan keberadaan lokal
Jika perusahaan tersebut mengirimkan produknya ke pelanggan, maka otomatis perusahaa tersebut tidak hanya memikirkan lokasi fasilitas yang tepat agar waktu respons ke pelanggan cepat dan dengan biaya transportasi yang lebih rendah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Desain Jejaring Distribusi
Dua dimensi yang paling mempengaruhi performa jejaring distribusi adalah : kebutuhan konsumen yang dipenuhi dan cost untuk memenuhi kebutuhan itu.
Elemen pemenuhan kebutuhan konsumen :
a)      Response time
b)      Product variety
c)      Product availability
d)      Customer experience
e)      Order visibility
f)       Returnability
g)      Elemen Cost
h)      Inventories
i)        Transportation
j)        Facilities and handling
k)      Information
Desain jejaring distribusi haruslah dibandingkan menurut dampaknya pada pelayanan konsumen
dan cost yang ditimbulkan dari pelayanan tersebut.
 MODELS FOR LOCATION PROBLEMS
·      Single Facility Location: Center of Gravity
·      Multi Facility Location: Multiple gravity, Mixed integer programming, Simulation, Heuristics.
·      Capacitated Plant Location Model

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar